Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masuk 40 Negara Pertama Vaksinasi Covid-19, Menkes Budi: Indonesia Beruntung

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Sabtu, 30 Januari 2021 |09:56 WIB
Masuk 40 Negara Pertama Vaksinasi Covid-19, Menkes Budi: Indonesia Beruntung
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
A
A
A

PROGRAM vaksinasi covid-19 menjadi bukti Indonesia sangat serius dalam menangani wabah penyakit ini. Ini dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai persebaran virus corona. Saat ini proses pemberian vaksin covid-19 mulai dilakukan dengan tenaga kesehatan (tenkes) sebagai prioritas utama karena dianggap kelompok rentan yang mudah terpapar covid-19.

Alur vaksinasi covid-19 di Indonesia ini dilakukan secara bertahap, mulai dari tenkes, pekerja publik, lansia, dan masyarakat umum, dengan total sasaran pelaksanaan vaksin covid-19 mencapai 181.554.465 yang dijadwalkan hingga Maret 2022. Kini pemerintah masih berupaya mendatangkan sejumlah dosis vaksin untuk memenuhi program vaksinasi untuk masyarakat Indonesia.

Baca juga: Apa Dampak Menunda Vaksinasi Covid-19 yang Kedua? 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini pengadaan vaksin di Indonesia sudah bisa mendapatkan 4 jenis vaksin dari berbagai perusahaan farmasi. Di antaranya adalah Sinovac sudah mendapatkan kontrak sebanyak 125 juta dosis, Pfizer 50 juta dosis, AstraZeneca 50 juta dosis, dan Novavax dengan kontrak 50 juta dosis.

Info grafis vaksin covid-19. (Foto: Okezone)

"Pengamanan ini untuk menghindari blok apabila ada negara-negara lain yang menginginkan vaksin. Kita berkeja sama dengan World Health Organization (WHO) dan aktif berkomunikasi dengan Gavi. Gavi menjanjikan vaksin mulai 18 juta vaksin hingga 108 vaksin yang akan diberikan secara gratis," terang Menkes Budi dalam webinar 'Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Bangkit' yang disiarkan langsung oleh MNC Portal Indonesia, Sabtu (30/1/2021).

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement