Tian dan orangtuanya lalu mengubah kamar rumah sakit menjadi rumah mereka sendiri. Mereka membawa panci dan wajan dan mengisi tempat itu dengan bahan makanan dan barang-barang pribadi lainnya.
Meskipun rumah sakit berupaya untuk membuat mereka pergi, namun ketiganya tetap tinggal, bahkan menghabiskan Tahun Baru Imlek, serta liburan yang secara tradisional dengan berkumpul dengan keluarga. Semuanya dilakukan di kamar rumah sakit.
Rumah sakit membawa masalah Tian ke pengadilan pada beberapa kesempatan. Pada 2019, rumah sakit bahkan membebaskan tuntutan biaya medis sekira Rp2,7 miliar hanya untuk membuat mereka pergi. Mereka memberikan alasan bahwa rumah sakit telah menggunakan sumber daya yang dapat digunakan untuk merawat pasien yang sebenarnya.
Namun, tahun lalu Tian membalas pihak rumah sakit dengan tuduhan kelalaian medis dan kisah itu terus berlanjut. Minggu lalu, Hakim Luo Shengli dari Pengadilan Rakyat Distrik Xicheng Beijing memutuskan bahwa Tian dan orangtuanya akhirnya harus meninggalkan kamar rumah sakit.
Tapi keluarga itu juga berhak atas kompensasi dari rumah sakit. Keluarga itu akhirnya menerima sekira Rp1 miliar dan setuju untuk pindah dari kamar rumah sakit. Keluarga tersebut pun dibawa pulang menggunakan ambulans rumah sakit.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.