4. Penurunan berat badan
Mitchell memaparkan bahwa berolahraga dan makan sangat sedikit dapat menyebabkan penurunan berat badan yang ekstrim sehingga menyebabkan menstruasi telat. Saat menurunkan berat badan, otak tidak mengeluarkan hormon pelepas gonadotropin (GnRH).
GnRH adalah hormon yang mengontrol sekresi hormon lain yang dilepaskan oleh kelenjar pituitari, termasuk hormon reproduksi seperti FSH dan prolaktin. Karena itu, kelenjar pituitari tidak akan menerima sinyal bahwa ia perlu mengeluarkan hormon reproduksi, dan ini akan mengakibatkan menstruasi yang telat.
Baca juga: 6 Penyebab Kram Perut saat Tidak Menstruasi
5. Olahraga terlalu banyak
Berolahraga terlalu banyak sering dikaitkan dengan penurunan berat badan, yang dapat menyebabkan menstruasi telat. Tetapi bahkan jika Anda memiliki berat badan yang konsisten, olahraga berlebihan sendirian dapat menyebabkan Anda melewatkan menstruasi. Contoh kasus, atlet wanita lebih cenderung melewatkan menstruasi daripada nonatlet.

(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.