Dokter Relawan Covid-19, Muhamad Fajri Adda’i mengatakan, saat ini masih banyak disinformasi yang muncul terkait Covid-19. Disinformasi yang beredar membuat isu kesehatan menjadi tak kunjung selesai, dan membuat masyarakat lelah.
Gambaran inilah yang terjadi pada masyarakat Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. Salah satu disinformasi yang tampak, terkait dengan pembatasan mobilitas masyarakat yang direncanakan pemerintah mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021.

Oleh sebab itu dr. Fajri berharap pemerintah dapat memberikan informasi yang jelas tentang kondisi yang sedang terjadi saat ini kepada masyarakat. Sebab masih banyak masyarakat yang tidak paham.
“Karena masyarakat Indonesia terdiri dari strata atas dan sebagian lagi tidak, sehingga tidak selesai juga isu Covid-19 nya. Lama-lama semuanya jadi lelah, lelah dengan pemberitaan dan lain-lain,” terang dr. Fajri saat dihubungi Okezone, Jumat (8/1/2021).
Lebih lanjut dr. Fajri meminta pemerintah untuk membantu meluruskan informasi mengenai situasi saat ini. Selain itu harus ada pula denda yang wajib diberikan bagi para masyarakat yang melanggar agar mereka paham dan tidak mengulanginya lagi.
Baca juga: Duduk di Warung Arya Saloka Pakai Topi Rp5 Juta, Netizen Sampai 'Sakit Mata'
“Denda itu kan hanya untuk edukatif. Jadi jalan terakhir ya membuat denda. Tapi mereka juga lama-lama capek kalau tidak selesai. Jadi harus ada pemahaman,” tandasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.