Kehadiran Diva pun kurang ditanggapi dengan baik. Foto patung ikonik karya Notari di Facebook mendapatkan beragam komentar dari warga Brasil. Pendukung presiden sayap kanan negara ini bentrok dengan pengagum seni sayap kiri atas pemasangan karyanya.
Olavo de Carvalho, yang disebut pengaruh ideologis sayap kanan Jair Bolsonaro, menyampaikan karya seni ini di Twitter. Dia berkomentar tidak menyenangkan yang merujuk pada organ reproduksi pria.
Namun, yang lain memuji pekerjaan ini, termasuk Kleber Mendonça Filho, seorang sutradara film. “Kerja bagus Juliana Notari, menggerakkan pria membuat vagina sepanjang 30 meter di Pernambuco selama kepresidenan Bolsonaro,” cuitnya.
Baca Juga: Longgarkan Lockdown, Puerto Rico Buka Kembali Pantai untuk Wisatawan
Kartunis terkenal Brasil Laerte Coutinho, yang juga seorang wanita trans, ikut mengomentari, “Banyak yang harus dipikirkan dalam pekerjaan ini.”
Diva sendiri bagian dari serangkaian karya seni Notari yang membahas gagasan tentang luka. “Ini salah satu luka terbesar yang saya buat. Luka ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan perbudakan, pekerjaan yang tidak terlindungi, ekosida, dan trauma kekerasan yang terjadi di Usina,” ujarnya kepada CNN.
“Aku tahu ini karya seni yang memiliki dampak, tetapi aku tidak pernah berpikir orang akan membenci atau tanggapannya mengambil proporsi besar di media sosial,” tegas Notari.
Notari menjadi salah satu seniman yang mengkritik Bolsonaro melalui patung vagina raksasa. Dia berharap, karyanya memungkinkan pemotongan struktur patriarki di Brasil.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.