Ketiganya adalah Curug Citro Arum, Curug Tundo Tigo serta Curug Cemoro kembar. Ketiganya masih alami, pihaknya berharap ada uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan pariwisata atau melalui Dinas Provinsi bahkan pusat.
“Ini merupakan kekayaan dari Desa Pakis dan juga Kabupaten Kendal, jadi apabila bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik akan mendatangkan PAD dari sektor Pariwisata,” ujar Arif.
Lokasi air terjun meski tidak begitu luas namun bagus dipakai untuk berkemah bagi para pecinta alam. Salah satunya seperti yang dilakukan Agus Sukarno warga Semarang yang datang bersama rekannya untuk menikmati gemericik air terjun Citro Arum.
Agus mengaku kagum dengan pesona alam dan gemericik air terjunnya, meski tidak menginap namun dirinya membangun tenda di sekitar air terjun. “Berasa hujan-hujanan, meski dari ketinggian namun saat sampai bawah seperti air hujan dan ini sangat indah,” ujar Agus.
(Salman Mardira)