KABUPATEN Kendal, Jawa Tengah punya puluhan air terjun memesona di balik pegunungan. Salah satunya Curug Citro Arum yang tersembunyi dalam hutan. Untuk mengakses air terjun setinggi 100 meter tersebut, traveler harus berjalan sekitar 1 kilometer.
Baca juga: Curug Bendo Tawarkan Pesona Alam & Wisata Kesehatan bagi Pengunjung
Meski jalannya bisa dilalui mobil, namun untuk ke sana tidak direkomendasikan, karena terlalu berbahaya.
Jalan ke Curug Citro Arum jalurnya dalam hutan dan harus menyeberangi sungai kecil untuk tiba di air terjun di Dusuk Kedokan, Desa Pakis, Kecamatan Limbangan, Kendal.
Kepala Dusun Kedokan, Jumiyarti menjelaskan Curug Citro Arum belum tersentuh pengembangan dan dibiarkan alami. Lokasi ini dikelola pihak desa melalui karang taruna.
“Jalan menuju lokasi masih jalan setapak, namun tidak kelihatan sehingga untuk mencapainya para pengunjung mencari jalan sendiri, meski jalan tidak nampak namun pasti bisa sampai ke lokasi air terjun,” ujar Jumiayarti, Selasa 5 Januari 2021.
Baca juga: Pesona Curug Putri Carita, The Little Green Canyon di Banten
Sementara itu Kepala Desa Pakis Wibisono melalui Sekretaris Desa Pakis Arif Wicaksono menjelaskan di Desa Pakis ada tiga air terjun yang sama-sama indah.
Ketiganya adalah Curug Citro Arum, Curug Tundo Tigo serta Curug Cemoro kembar. Ketiganya masih alami, pihaknya berharap ada uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan pariwisata atau melalui Dinas Provinsi bahkan pusat.
“Ini merupakan kekayaan dari Desa Pakis dan juga Kabupaten Kendal, jadi apabila bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik akan mendatangkan PAD dari sektor Pariwisata,” ujar Arif.
Lokasi air terjun meski tidak begitu luas namun bagus dipakai untuk berkemah bagi para pecinta alam. Salah satunya seperti yang dilakukan Agus Sukarno warga Semarang yang datang bersama rekannya untuk menikmati gemericik air terjun Citro Arum.
Agus mengaku kagum dengan pesona alam dan gemericik air terjunnya, meski tidak menginap namun dirinya membangun tenda di sekitar air terjun. “Berasa hujan-hujanan, meski dari ketinggian namun saat sampai bawah seperti air hujan dan ini sangat indah,” ujar Agus.
(Salman Mardira)