Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkes Budi Sebut Indonesia Butuh Waktu 15 Bulan untuk Proses Vaksinasi Covid-19

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Sabtu, 02 Januari 2021 |14:44 WIB
Menkes Budi Sebut Indonesia Butuh Waktu 15 Bulan untuk Proses Vaksinasi Covid-19
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Twitter @KemenkesRI)
A
A
A

INDONESIA belum lama ini kembali mendatangkan vaksin covid-19 buatan perusahaan China Sinovac Biotech. Sebanyak 1,8 juta dosis Vaksin Sinovac dikirim dari Beijing menuju Indonesia menggunakan Pesawat Boeing 777. Momen kedatangan Vaksin Sinovac tersebut dipantau langsung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Terkait hal ini, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), pemerintah telah menyiapkan sebanyak 426 juta dosis vaksin covid-19.

Baca juga: Tahun Baru di Tengah Pandemi, Menkes Budi Ingatkan Masyarakat Tetap Hati-Hati 

Vaksin tersebut rencananya diberikan untuk 181 juta penduduk Indonesia. Sesuai standar dari World Health Organization (WHO), nantinya setiap penduduk mendapat dua kali penyuntikan.

"Kami menyiapkan buffer stock sebanyak 15 persen, jadi total yang kita butuhkan sekitar 426 juta dosis vaksin," kata Menkes Budi, seperti dikutip dari laman resmi Kemenkes, Sabtu (2/1/2021).

Sementara itu, Menkes Budi memperkirakan butuh waktu selama 15 bulan untuk dapat menyelesaikan proses vaksinasi covid-19 di Indonesia. 

Sedangkan untuk vaksinasi seluruh orang di dunia, Menkes memperkirakan butuh waktu hingga 3,5 tahun. 

“Jadi kira-kira butuh waktu sekitar 3,5 tahun untuk memvaksinasi seluruh orang di dunia,” tambah dia.

Baca juga: 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac Tiba, Menkes: Semoga Cepat Terdistribusi ke 34 Provinsi 

Pihaknya kini sedang merinci pembelian vaksin oleh Pemerintah Indonesia yang berasal dari lima jalur. Terdiri dari empat produsen berasal dari bilateral yaitu Sinovac dari China, Novavax dari Kanada-Amerika, Pfizer dari Jerman-Amerika, dan AstraZeneca dari Swiss-Inggris.

Sementara satu jenis vaksin lainnya berasal dari multilateral yakni COVAX/GAVI dari aliansi vaksin GAVI dengan didukung WHO dan CEPI. Saat ini komunikasi terus dilakukan secara intens, mengingat saat ini vaksin menjadi komoditas yang paling diperebutkan oleh seluruh negara di dunia.

"Karena memang ini belum ada barangnya, kita harus siap-siap. Jadi ada isu kemanusiaan di sini. Itu sebabnya kita agresif mencari vaksin, meski vaksinnya belum terbukti kita sudah DP duluan. Kenapa? Karena nanti kita enggak kebagian," terang Menkes Budi.

Ia berharap vaksin-vaksin tersebut segera tiba di Indonesia, sehingga segera dilakukan penyuntikan ke 181 juta penduduk Indonesia, terutama bagi para tenaga kesehatan yang selama 10 bulan ini berjuang di garda terdepan penanganan covid-19.

Baca juga: Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Covid-19 Pertama, Menkes Budi Kapan? 

Ilustrasi vaksin covid-19.

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement