SETELAH sukses mengamankan 1,2 juta dosis Vaksin Sinovac pada batch I, Pemerintah Indonesia kembali mendatangkan 1,8 juta dosis vaksin pada batch II. Vaksin tersebut dibawa menggunakan Pesawat Boeing 777 PK-GIJ milik Garuda Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis siang ini.
Momen kedatangan Vaksin Sinovac tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Dalam keterangannya, Menkes Budi berharap distribusi vaksin covid-19 dapat berjalan lancar sesuai rencana dan skema yang telah ditetapkan pemerintah.
Baca juga: Datangkan 1,8 Juta Dosis Vaksin Sinovac, Pemerintah Tegaskan Belum Selesai
"Sebelum masyarakat kembali bekerja di Januari, kami sudah bisa mendistribusikan vaksin ke 34 provinsi di Tanah Air. Vaksinasi adalah program untuk menyelesaikan pandemi ini. Dibutuhkan 12 bulan untuk mendistribusikan vaksin ini," terang Menkes Budi, seperti dikutip dari siaran langsung Channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (31/12/2020).
Selain bekerja sama dengan Sinovac Biotech asal China, Pemerintah Indonesia juga telah menjalin komunikasi untuk mengamankan suplai vaksin dari berbagai sumber lain. Pemerintah sendiri baru menandatangani kesepakatan dengan Novavax (Amerika Serikat) menggunakan platform protein subunit recombinant dan AstraZeneca (Inggris) menggunakan platform viral factor, masing-masing sebesar 50 juta dosis, atau total 100 juta dosis.
Baca juga: Update Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac di Indonesia: Efek Samping Ringan
"Meski ada vaksin, protokol kesehatan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak) harus tetap dijalankan. Kita butuh bantuan dan partisipasinya dari berbagai pihak agar program ini dapat berjalan dengan baik dan lancar," tuntasnya.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.