Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

15 Daftar Penderita Penyakit yang Belum dan Tidak Layak Divaksin Covid-19

Pradita Ananda , Jurnalis-Sabtu, 26 Desember 2020 |16:12 WIB
15 Daftar Penderita Penyakit yang Belum dan Tidak Layak Divaksin Covid-19
Vaksin Covid-19 (Foto: The Scientist)
A
A
A

Pada pasien reumatik-nonautoimun, rekomendasi vaksinasi sesuai dengan populasi umum dan rekomendasi ini bersifat sementara, dan bisa berubah jika ada bukti baru tentang keamanan dan efektivitas vaksin.

12. Penyakit-penyakit gastrointestinal

Individu yang memiliki komorbid satu ini juga dinilai belum layak divaksin Covid-19. Penyakit-penyakit gastrointestinal yang menggunakan obat-obat imunosupresan, pada dasarnya tidak masalah diberikan vaksinasi Covid. Namun, respon imun yang terjadi tidak seperti yang diharapkan. Pendataan dan skrining pasien dengan komorbid penyakit autoimun termasuk yang merupakan penyakit autoimun di bidang gastrointestinal, seperti penyakit IBD (Kolitis Ulseratif dan Crohn's Disease), Celiac Disease, dalam skrining terdapat pertanyaan terkait gejala gastrointestinal seperti diare kronik (perubahan pola BAB), BAB darah, terjadinya penurunan berat badan yang signifikan yang tidak dikehendaki.

13. Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun

Belum layak, pasien autoimun tidak dianjurkan diberikan vaksinasi Covid sampai ada hasil penelitian yang lebih jelas dan telah dipublikasi.

14. Penyakit dengan kanker, kelainan hematologi seperti gangguan koagulasi

Pasien imunokompromais, pasien dalam terapi aktif kanker, pemakai obat imunosupresan, dan penerima produk darah masuk dalam golongan belum layak. Studi klinis Sinovac mengeksklusi pasien dengan keterangan penyakit kolom sebelumnya, karena tidak ada data pada kelompok tersebut, maka belum dapat dibuat rekomendasi terkait pemberian vaksin Sinovac pada kelompok ini.

15. Orang dengan hematologionkologi

Orang dengan hematologionkologi yang mendapatkan terapi aktif jangka panjang, seperti leukemia, granulositik kronis, leukemia limfositik kronis, myeloma multipel, anemia hemolitik autoimun, ITP, dan lain-lain belum layak dapat vaksin. Sebab studi klinis Sinovac mengeksklusi pasien dengan keterangan penyakit kolom sebelumnya, karena tidak ada data pada kelompok tersebut, maka belum dapat dibuat rekomendasi terkait pemberian vaksin Sinovac pada kelompok ini.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement