Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Kuliner Tradisional Ini Siap Goyang Lidahmu saat Liburan di Kudus, Apa Saja?

Ika Widi Oktavina , Jurnalis-Jum'at, 18 Desember 2020 |09:03 WIB
5 Kuliner Tradisional Ini Siap Goyang Lidahmu saat Liburan di Kudus, Apa Saja?
Nasi pindang Kudus (Lentera Resep)
A
A
A

DIJULUKI sebagai kota kretek, Kudus ternyata punya sederet destinasi wisata menarik dikunjungi. Kabupaten di Jawa Tengah ini juga punya aneka macam kuliner tradisional yang lezat.

Ragam kuliner ini sering jadi santapan wisatawan yang pelesiran ke Kudus.

Berikut 5 makanan khas Kudus yang harus Anda cicipi :

1. Soto Kudus

Kudus juga memiliki soto khasnya yang terdiri dari irisan daging kerbau atau ayam, taoge, seledri, dengan kuah cenderung bening campuran rempah seperti bawang putih, bawang merah, cengkeh, kemiri, serai, daun salam, dan jintan. Rasanya segar dan gurih.

Baca juga: Sejam Nunggu Stempel Swab Test, Hotman Paris Semprot Pimpinan Bandara Soetta

Soto khas Kudus biasanya disajikan dalam mangkok kecil. Soto Kudus kini juga dapat ditemui di berbagai kota di Indonesia.

ilustrasi

Soto Kudus

2. Nasi Pindang

Pada umumnya pindang memakai ikan, namun nasi pindang Kudus menggunakan daging kerbau. Mayoritas penduduk Kudus penganut Hindu sehingga ada larangan menyembelih sapi.

Nasi pindang khas Kudus berasal dari Desa Colo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Makanan khas ini berupa nasi putih, daging kerbau yang disajikan dengan kuah pindang dan daun so atau daun melinjo.

Baca juga: 5 Kafe Bertema Alam di Bogor, Pas Buat Melepas Stres Akhir Pekan

Dulunya merupakan hidangan mewah untuk bangsawan, hingga menjadi sajian ketika hajatan atau pesta. Namun seiring berkembangnya zaman, nasi pindang tersedia juga di kedai pingir jalan hingga restoran.

3. Lentog Tanjung

Sarapan sangat penting bagi banyak orang. Nah kalau sedang berada di Kudus ada menu pagi yang harus Anda cicipi yaitu Lentog Tanjung.

Makanan khas Kudus ini terdiri dari irisan lontong, sayur tahu, sayur tewel (nangka muda), taburan bawang goreng dengan telur bacem dan sambal lombok (cabai) utuh sebagai pelengkapnya.

"Pagi-pagi gini enaknya makan Lentog Tanjung nih. Apalagi kalau dimakannya pakai sambel cabe utuh sama sate telur puyuh. Udah gitu harganya juga nyaman dikantong," tulis akun Instagram @pemkabkudus.

Sedangkan penamaan Lentog Tanjung terdiri dari kata Lentog yang berarti lontong dan Tanjung dari Tanjungkarang, tempat makanan ini berasal. Kini Anda bisa menemukan di berbagai kawasan di Kudus.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement