Badan Kesehatan Amerika memberikan alasan bahwa penyintas covid-19 tetap perlu mendapat vaksin terkait kemungkinan penyakit yang lebih parah atau infeksi ulang yang masih mungkin terjadi.
"Saat ini para ahli belum mengetahui sampai kapan seseorang terlindungi dari sakit lagi setelah sembuh dari covid-19. Kekebalan yang didapat seseorang dari infeksi yang disebut kekebalan alami bervariasi dari satu orang ke orang lain. Beberapa bukti awal menunjukkan kekebalan alami mungkin tidak bertahan lama," lapor CDC.
"Kami tidak akan tahu berapa lama kekebalan yang dihasilkan oleh vaksinasi bertahan sampai kami memiliki vaksin dan lebih banyak data tentang seberapa baik kerjanya," tambah CDC.
CDC melanjutkan, baik kekebalan alami atau kekebalan yang diinduksi vaksin, adalah aspek penting dari covid-19. Para ahli pun terus mencoba mempelajari lebih lanjut mengenai penyakit ini dan setiap bukti baru akan disampaikan ke publik setransparan mungkin.
Baca juga: Ini Perbedaan Tes PCR dan Antigen untuk Deteksi Covid-19
Di sisi lain, Direktur Pusat Nasional untuk Imunisasi dan Penyakit Pernapasan di CDC dr Nancy Messonnier menjelaskan bahwa mungkin ada efek samping yang akan dirasakan penyintas covid-19 yang divaksinasi. Hal itu dilihat dari 'tanggapan teoretis' dan 'tanggapan praktis'.
"Para ilmuwan yang mengetahui tentang penyakit ini percaya tidak ada efek buruk yang serius dari vaksinasi pada penyintas covid-19," terang Messonnier.
Lebih lanjut, seperti yang disampaikan sebelumnya, ada tanggapan teoretis, ada tanggapan praktis.
"Secara praktis, dalam uji klinis saya memahami bahwa mereka mengecualikan orang yang terinfeksi pada saat mereka mendaftar dalam uji coba bahwa ada beberapa orang dalam uji klinis yang pernah menderita covid-19 dan mereka memiliki tingkat antibodi," paparnya.
Baca juga: 4 Olahraga yang Bisa Dilakukan Selama Masa Pemulihan Covid-19
Hal ini terlihat dari sukarelawan dalam uji coba Pfizer dan Moderna yang diperkirakan telah terinfeksi sebelumnya, meskipun kedua perusahaan tidak secara aktif merekrut mereka yang bergejala atau memiliki infeksi yang diketahui.
Dokter Anthony Fauci, pakar penyakit menular, punya jawaban sederhana untuk menjawab persoalan ini. Menurut dia, orang yang pernah terinfeksi covid-19 tetap perlu mendapatkan vaksin.
"Setelah Anda terinfeksi virus, tidak ada kepastian berapa lama perlindungan itu akan berlangsung atau apakah perlindungan Anda cukup baik atau tidak. Jadi, ini bukan kontraindikasi terhadap vaksin jika Anda sudah pernah terinfeksi covid-19," terangnya.
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.