SWAB test telah menjadi suatu kebutuhan masyarakat selama pandemi covid-19. Tes ini dilakukan untuk mencegah penularan virus corona saat hendak bepergian atau melakukan aktivitas sehari-hari. Bahkan sejumlah kalangan mulai melakukan tes swab secara mandiri di rumah.
Sekadar informasi swab test atau tes usap ini dilakukan untuk mengambil sampel pada bagian nasofaring (hidung) dan orofaring (mulut) untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi covid-19.
Baca juga: Presiden Jokowi Gratiskan Vaksin Covid-19, Kaesang Pangarep: Horeee
Lalu saat ini terdapat dua macam tes yang sedang viral di masyarakat. Masing-masing tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dan antigen untuk mendeteksi covid-19. Dua tes ini sama-sama menggunakan swab untuk mendapatkan sampelnya.
Meski demikian, masih banyak masyarakat yang bingung dalam membedakan kedua tes ini. Merangkum dari Mayo Clinic, Rabu (16/12/2020), yuk kenali perbedaan tes PCR dan antigen.

1. PCR
Tes ini biasa disebut juga tes molekuler. Tes covid-19 ini mendeteksi materi genetik virus menggunakan teknik lab yang disebut polymerase chain reaction (PCR). Sampel cairan diambil dengan memasukkan alat usap hidung (nasofaring) ke dalam lubang hidung dan mengambil cairan atau lendir.
Dalam beberapa kasus, alat usap panjang dimasukkan ke bagian belakang tenggorokan (orofaring), bisa juga dengan meludah ke dalam tabung untuk menghasilkan sampel air liur. Hasil mungkin tersedia dalam hitungan menit jika dianalisis di tempat. Tes PCR sangat akurat bila dilakukan dengan benar oleh profesional perawatan kesehatan.
Baca juga: 3 Langkah Edukasi Pemerintah ke Masyarakat Sebelum Vaksinasi Massal
2. Tes Antigen
Tes covid-19 yang satu ini bertujuan mendeteksi protein tertentu pada virus. Tes ini yang sering dilakukan oleh para artis atau orang-orang penting secara mandiri. Caranya dengan menggunakan usap hidung yang panjang untuk mendapatkan sampel cairan. Tes antigen dapat memberikan hasil dalam beberapa menit.
Dikarenakan lebih cepat dan lebih murah dari PCR, tes antigen mungkin lebih praktis digunakan pada banyak orang. Hasil tes antigen positif dianggap akurat jika petunjuk diikuti dengan cermat, tetapi tetap ada kemungkinan hasil bisatidak akurat. Artinya, kemungkinan terinfeksi virus tetapi memiliki hasil negatif. Dokter mungkin merekomendasikan tes PCR untuk memastikan hasil tes antigen benar-benar negatif.
Kelebihan Tes PCR
Tes PCR yang disebut Flu SC2 Multiplex Assay dapat mendeteksi satu dari tiga virus secara bersamaan, yakni virus corona, influenza A, dan influenza B.
Hanya satu sampel diperlukan untuk memeriksa ketiga virus tersebut, dan ini bisa sangat membantu selama musim flu. Tetapi hasil negatif tidak menutup kemungkinan adanya infeksi ini.
Baca juga: Hindari Masalah Teknis, Pemerintah Lakukan Simulasi Vaksinasi Massal Covid-19
(Hantoro)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.