"Kami mengamati penggunaan probiotik, asam lemak omega-3, multivitamin atau suplemen vitamin D pada wanita memiliki risiko yang lebih rendah dari hasil tes positif untuk SARS-CoV-2," kata peneliti, dalam catatan studinya di situs resmi KCL.
Salah satu peneliti, dokter Cristina Menni dari King's College London, dan peneliti utama aplikasi Covid Symptom Study memperingatkan, kesimpulan mereka hanya berdasarkan survei pengguna. Tim tidak dapat membuat rekomendasi suplemen vitamin berdasarkan penelitian ini.
"Sampai kami memiliki bukti lebih lanjut tentang peran suplemen dari uji coba terkontrol secara acak, kami merekomendasikan mengikuti pedoman NHS tentang penggunaan vitamin sebagai bagian dari pola makan seimbang yang sehat," ungkap dokter Cristina Menni.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.