Selain itu, lanjut dia, angka persentase kasus positif COVID-19 (positivity rate) cenderung tinggi karena yang tertular setiap harinya cukup banyak.
"Faktor lainnya adalah tingginya angka kematian karena jumlah korban meninggal dunia akibat COVID-19 di Banyumas saat ini sudah mencapai 143 orang, 65 orang di antaranya meninggal pada bulan Desember ini," katanya.
Menurut dia, ketiga faktor tersebut yang mendominasi penyebab masuknya Banyumas ke zona merah.
Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Satgas Penanganan COVID-19 setempat terus berupaya untuk menekan penyebaran kasus infeksi virus corona jenis baru tersebut agar dapat segera lepas dari zona merah.
(Salman Mardira)