Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Banyumas Zona Merah Covid-19, Tempat Wisata Tetap Buka

Antara , Jurnalis-Senin, 14 Desember 2020 |21:32 WIB
Banyumas Zona Merah Covid-19, Tempat Wisata Tetap Buka
Bukit Pandang, salah satu objek wisata di Banyumas (Instagram @bukitpandangmunggang)
A
A
A

KABUPATEN Banyumas, Jawa Tengah, kembali masuk zona merah COVID-19 setelah sempat turun ke zona oranye. Tapi, pemkab tetap mengizinkan objek wisata di wilayah ini beroperasi.

Sejumlah objek wisata di Banyumas telah kembali dibuka sejak Minggu 13 Desember 2020, setelah sempat ditutup akibat pandemi virus corona.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan objek-objek wisata itu tetap akan beroperasi meskipun Banyumas kembali masuk ke zona merah COVID-19.

Baca juga: Melihat Wajah Baru Senen, Ikon Jakarta yang Dibanggakan Anies Baswedan

Kendati demikian, dia mengatakan objek wisata yang boleh dibuka hanyalah objek wisata alam atau yang tempatnya terbuka (outdoor).

"Kami ingatkan kepada para pengelola objek wisata untuk selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sementara untuk larangan penyelenggaraan hajatan, kami akan evaluasi pekan depan," katanya di Purwokerto, Senin (14/12/2020).

Minggu lalu, 6 hingga 13 Desember 2020, Banyumas masuk katagori daerah zona oranye Covid-19.

“Namun sekarang justru merah lagi. Setelah sempat masuk zona merah, terus turun jadi oranye, sekarang merah lagi," kata Achmad Husein.

Baca juga: Pesona Taman Nasional Lorentz Papua, Salju Abadi hingga Habitat Aneka Burung

Diakui beberapa faktor yang menyebabkan Kabupaten Banyumas kembali masuk ke zona merah atau berisiko tinggi dalam penularan COVID-19, antara lain ketersediaan tempat tidur di ruang isolasi yang belum terselesaikan dengan baik.

Dengan adanya permasalahan tersebut, kata dia, terjadilah antrean pasien COVID-19 di Instalasi Gawat Darurat karena harus menunggu keluarnya pasien yang kondisinya sudah membaik dari ruang isolasi rumah sakit, sehingga berisiko tinggi dalam penularan.

Selain itu, lanjut dia, angka persentase kasus positif COVID-19 (positivity rate) cenderung tinggi karena yang tertular setiap harinya cukup banyak.

"Faktor lainnya adalah tingginya angka kematian karena jumlah korban meninggal dunia akibat COVID-19 di Banyumas saat ini sudah mencapai 143 orang, 65 orang di antaranya meninggal pada bulan Desember ini," katanya.

Menurut dia, ketiga faktor tersebut yang mendominasi penyebab masuknya Banyumas ke zona merah.

Oleh karena itu, kata dia, Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Satgas Penanganan COVID-19 setempat terus berupaya untuk menekan penyebaran kasus infeksi virus corona jenis baru tersebut agar dapat segera lepas dari zona merah.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement