Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selain Nakes, Muhadjir Effendy Sebut Pedagang Pasar Prioritas Disuntik Vaksin Covid-19

Alfina Nur Hayati , Jurnalis-Rabu, 09 Desember 2020 |17:57 WIB
Selain Nakes, Muhadjir Effendy Sebut Pedagang Pasar Prioritas Disuntik Vaksin Covid-19
Ilustrasi suntik vaksin Covid-19 (Foto : Medicaldaily)
A
A
A

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menko PMK Muhadjir Effendy menyebut pedagang pasar masuk dalam prioritas penerima vaksin Covid-19. Prioritas ini dikelompokkan dari orang yang paling rentan terpapar Covid-19.

"Kelompok berisiko tinggi, yaitu kelompok pekerja, termasuk pedagang pasar, pelayan toko, pramuniaga, dan mereka yang bekerja di sektor-sektor perusahaan industri," kata Muhadjir dalam konferensi pers beberapa hari lalu.

Pria yang juga Wakil Ketua III KPCPEN ini memastikan para pekerja di garda terdepan masuk daftar prioritas. Tenaga kesehatan, TNI, dan polri menjadi kelompok pertama yang akan menerima vaksin Covid-19.

Menko PMK

Kelompok lainnya, keluarga pasien Covid-19, akan diprioritaskan melakukan vaksinasi. Aparatur sipil negara (ASN) masuk dalam daftar itu. Selain itu, vaksinasi juga berlaku bagi mereka yang melakukan penelusuran kontak kasus corona dan administrator pemerintah.

Vaksin Covid-19

Vaksinasi sendiri ditujukan mengurangi angka pasien dan korban Covid-19. Manfaatnya juga untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity sehingga bisa melindungi kesehatan masyarakat keseluruhan.

Muhadjir mengatakan, Presiden Jokowi telah memerintahkan vaksinasi Covid-19 sesuai dengan wilayah penyebaran virus. Implementasinya akan dilakukan dengan dua skema, yaitu gratis pada kelompok prioritas dan mandiri berbayar.

Baca Juga : Menkes Terawan Tegaskan Vaksin Covid-19 dari Pemerintah Aman

Perintah vaksinasi didukung kajian Badan Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) terkait vaksin virus corona. Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac tiba di Indonesia pada Minggu (6/12).

Vaksin itu disimpan PT Bio Farma di Bandung. Saat ini, vaksin sedang dalam uji BPOM untuk memastikan aspek mutu keamanan dan efektifitasnya. Selain itu, juga menunggu fatwa MUI untuk membuat sertifikasi halal.

"Seandainya tidak ada satu pun vaksin di dunia ini yang berstatus halal, bukan berarti tidak boleh dipakai. Itu wajib digunakan," ungkapnya.

Vaksin yang baru tiba ini sudah diuji klinis di beberapa tempat, termasuk di Bandung yang dilakukan sejak Agustus 2020. Sementara, aturan mekanisme penyuntikan vaksin akan dikeluarkan dalam 1 atau 2 minggu ke depan.

Vaksin Covid-19

Ada sekitar 1,8 juta dosis lagi yang akan tiba pada awal Januari 2021. Selain vaksin yang sudah jadi, pemerintah juga akan mendatangkan bahan baku vaksin yang masih mentah. Bahan baku curah itu kemungkinan tiba di Tanah Air pada pertengahan Desember sebanyak 15 juta dan Januari 2021 sebanyak 30 juta.

"Bulan ini, akan tiba 15 juta dosis vaksin dan bulan berikutnya sebanyak 30 juta dosis vaksin Covid-19 dalam bentuk bahan baku curah, yang akan diproses Bio Farma," ujar Jokowi, dalam konferensi pers di akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (6/12/2020).

Uji klinis vaksin Sinovac di Indonesia diprediksi akan rampung pada Mei 2021. Laporan pengujian bersama Bio Farma dan Universitas Padjajaran juga akan keluar pada Januari tahun depan.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement