3. Depresi hanya akan menghentikan perilaku
Depresi berbeda dari kesedihan atau kesedihan yang "normal". Secara deskriptif, depresi adalah keadaan penghentian perilaku. Orang yang mengalami depresi mengalami peningkatan perasaan negatif seperti kesedihan, keputusasaan, putus asa, cemas, mudah tersinggung, marah, malu, dan bersalah. Hal ini akan membuat Anda secara tidak sengaja menghentikan segala keputusan/tindakan yang Anda ambil dan Anda terjebak di dalamnya.
4. Kaji tingkat depresi Anda
Perhatikan saja bahwa penafsiran yang benar tergantung pada bagaimana Anda cenderung merespons. Lihat gejala yang Anda hadapi, misalnya, apakah Anda mengalami masalah dengan tidur? Jika demikian, itu mungkin pola yang harus Anda pikirkan untuk ditangani.
5. Kenali reaksi depresif, gangguan depresif, dan penyakit depresif
Reaksi depresi mengacu pada penutupan yang terjadi setelah "cedera psikologis" yang serius, seperti kematian orang yang dicintai, perceraian, kehilangan pekerjaan, atau peristiwa besar dalam hidup lainnya yang dialami. Reaksi depresi juga termasuk respon penutupan untuk situasi kehidupan yang sangat sulit atau menindas, seperti hidup dengan pasangan yang kasar atau berurusan dengan rasa sakit kronis.
Gangguan depresi adalah penyebab kelas kedua yang mendorong orang ke dalam gua depresi. Gangguan depresi melibatkan pola "maladaptif" dalam bertindak, bereaksi, berhubungan, dan mengatasi stres yang sebenarnya memperburuk keadaan.
Gangguan depresi mengacu pada kondisi psikologis di mana cara seseorang menanggapi stres dan bertindak, bereaksi, dan mengatasi perasaan dan hubungan mereka sedemikian rupa sehingga keadaan menjadi semakin buruk dalam bentuk lingkaran setan. Beberapa orang memiliki gejala yang cukup parah dan gagal menanggapi perubahan lingkungan sehingga dilabelkan "penyakit depresi".
(Ahmad Luthfi)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.