5. Ulamsari Mas: Simbol Kesejahteraan
Berasal dari Bali, Ulamsari mas mengilustrasikan motif yang hidup dengan gambar udang dan ikan. Memancing adalah salah satu mata pencaharian masyarakat Bali karena pulau ini dikelilingi oleh biota laut yang kaya.
Bali menciptakan batik ini untuk menunjukkan apresiasi mereka terhadap sumber daya alam pulau berupa ikan, makanan laut, dan bahan mentah. Karenanya, pola ulamsari mas menggambarkan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Bali.

Ulamsari Mas (Indonesia.Travel)
6. Buketan: Buket Cantik
Berbeda dengan jenis batik lainnya di atas, buketan yang berkembang di Pekalongan Jawa Tengah sangat dipengaruhi oleh Belanda karena diciptakan oleh Eliza van Zuylen, seorang desainer Belanda, yang menggabungkan motif Jawa dengan corak Art Nouveau.
Dikatakan bahwa dia akan menyusun potongan bunga kering di selembar kertas dan mengubahnya menjadi pola batik, menciptakan gambar buket yang sebenarnya.
Menurut buku Fabric of Enchantment, motif asli buketan adalah motif pohon asimetris dengan burung. Namun, sekitar tahun 1910, berubah menjadi karangan bunga yang menakjubkan.
7. Lawang Sewu: Seribu Pintu
Meskipun Lawang Sewu adalah salah satu landmark populer di Semarang, namun juga merupakan jenis batik yang cukup terkenal. Di Jawa istilah “lawang sewu” berarti “seribu pintu”. Jenis batik ini terinspirasi dari perang, The Battle of Semarang atau lebih dikenal dengan Pertempuran Lima Hari di Indonesia. Ini berlangsung dari tanggal 15 Oktober - 20 Oktober 1945, antara pahlawan Semarang dan tentara Jepang di Tugu Muda, dekat Lawang Sewu. Motif batik ini merepresentasikan landmark yang terkenal dilengkapi dengan simbol alam seperti bunga, kupu-kupu, dan pepohonan.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.