PRABU Revolusi ditunjuk menjadi Juru Bicara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Dia pun mengungkap cerita ketika ditunjuk Menteri Pariwisata untuk jadi jubir Kemenparekraf.
"5-6 minggu yang lalu mas menteri dan mbak wamen mengajak saya bertemu. Kita bicara panjang lebar sambil ngopi membicarakan banyak hal terutama pariwisata. Saya sendiri enggak kepikiran untuk jadi jubir," kata Prabu dalam acara Jurnalisme Pariwisata di Era New Normal, Jumat (20/11/2020).
Dia menambahkan, pada Oktober 2019, dirinya memutuskan untuk resign dari media televisi swasta di Indonesia. Selama nganggur, kesibukannya hanya dihabiskan di rumah. Keluarga, buatnya, menjadi nomor satu dan mempertahankan bisnisnya.
"Saya memutuskan resign, kesibukan di rumah cuma menentukan makan apa, nonton drakor apa, sepedaan apa enggak. Lalu tiba-tiba ada telepon untukk ngobrol tentang komunikasi," tambahnya.

Bicara panjang lebar dengan Menparekraf Wishnutama dan Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo, Prabu merasa ingin ikut membangkitkan pariwisata Indonesia. Di tengah keterpurukan sektor pariwisata yang membuat semangat pelaku wisata menurun.
"Ada satu kalimat yang mas menteri ucapkan dan akhirnya ingin jadi jubir. Gue tahu lo kemungkinan akan nolak, tapi pariwisata adalah sektor paling terdampak. Turunnya 80 persen, karena pandemi terdampak karena semua orang enggak boleh gerak, semua di rumah, kalau enggak gerak ya mati," bebernya.
Berbeda dengan sektor pendidikan, masih bisa dilakukan dengan teknologi. Lalu pariwisata enggak bisa dengan teknologi, karena mesti ke tempatnya, tapi sekarang enggak boleh bergerak, wisman pun tidak boleh masuk jadi susah betul.