Produk kreatif yang dibentuk kebanyakan menonjolkan sisi budaya Labuan Bajo. Termasuk juga di sub sektor musik. Ivan Nestorman, sebagai pendamping menyebut bahwa sub sektor musik memiliki tiga produk kreatif yang berasal dari akar tradisi yang dikemas ulang. Seperti Sompo, Flores Human Orchestra, dan Labuan Bajo World Band.
Diharapkan, kemunculan produk kreatif ini menjadi kekuatan baru bagi Labuan Bajo untuk menarik perhatian wisatawan, terutama dari mancanegara dan juga meningkatkan ekonomi.
Sebelumnya, Dirut BOP Labuan Bajo-Flores Shana Fatina mengatakan, potensi masyarakat Labuan Bajo dan sekitarnya diberdayakan agar meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif. Sebab pemerintah setempat tidak dapat mengandalkan potensi wisata alam saja.
"Kita tak bisa mengandalkan alam saja. Tapi kebudayaan, interaksi dengan masyarakat lokal, itu juga dibutuhkan," kata Shana Fatina dalam kesempatan sama.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.