Industri kapal pesiar secara global betul-betul terdampak pandemi virus corona. Bahkan beberapa kasus awal Covid-19 ditemukan di kapal pesiar.
Pelayaran istimewa ini hanya terbuka untuk warga Singapura. Mereka bisa berlayar beberapa hari di atas laut.
Sebelumnya, ada juga penerbangan tak ke mana-mana yang diprakarsai maskapai di Asia. Penumpang dapat lepas landas dan mendarat di bandara yang sama.
Sebanyak 1.400 penumpang kapal pesiar diwajibkan memakai perangkat elektronik pelacakan kontak dan harus menjaga jarak sepanjang waktu.
Tidak ada lagi prasmanan dan Dream Cruises, menambah fasilitas medis, termasuk unit pemeriksaan dan isolasi.
"Gagasan untuk keluar dari Singapura, walaupun tidak jauh, beberapa hari, sangat menarik," kata salah satu penumpang, Robert Gaxiola.
Presiden Dream Cruises Michael Goh mengatakan, para kru akan merespons secara tegas tanda-tanda infeksi.
"Penumpang akan diharuskan kembali ke kabin dan pembersihan serta sanitasi akan dilakukan di kapal," kata dia.
"Dalam kurang dari 6 jam, kami akan kembali ke Singapura," pungkasnya.
(Dewi Kurniasari)