"Bayi-bayi berusia kurang dari 34 minggu-lah yang kami lihat mendapat manfaat terbesar dan mereka adalah bayi yang paling berisiko," kata Dr McPhee.
Menurutnya, pada kondisi prematur ekstrem, pada 23 atau 24 minggu, ada kemungkinan besar bahwa bayi tak akan bertahan hidup (atau) bayi itu bisa bertahan hidup, tetapi dengan sistem organ yang rusak.
Slade mengatakan hal yang "sangat baik untuk mengetahui" ada strategi sederhana bagi perempuan untuk mengurangi risiko kelahiran prematur.
"Tak ada risiko dengan suplemen dan tak ada komplikasi. Karena jika Anda memiliki dosis lebih, itu hanya dicerna tubuh Anda," katanya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.