KEMENTERIAN Pariwisara dan Ekonomi Kreafif (Kemenparekraf) terus menggali potensi-potensi wisata baru guna membangkitkan kembali sektor pariwisata yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Salah satu upaya yang tengah digencarkan Kemenparekraf saat ini adalah memaksimalkan potensi wisata berbasis minat khusus yang dinilai paling cepat pulih pasca pandemi Covid-19.
Kemenparekraf dilaporkan tengah mendorong wisata selancar (surfing) yang dilaporkan memiliki pasar potensial untuk dikembangkan.
"Dalam kurun waktu 6-7 bulan ini, kami sering mengadakan webinar dengan beberapa tema wisata minat khusus. Untuk diving sudah banyak sekali, lalu ada golf, dan paralayang. Sekarang yang menjadi perhatian kami adalah selancar atau surfing," terang Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani, dalam webinar "Surfing Talks: Cek Ombak Bali dan Cimaja", Minggu, 8 November 2020.
Baca juga: Asyiknya Snorkeling di Teluk Biru Banyuwangi, Airnya Sebening Kristal
Untuk wisata selancar sendiri, lanjut Rizki, Indonesia sebetulnya memiliki potensi yang begitu besar. Bahkan, pada 2007 lalu, Indonesia sempat dinobatkan sebagai Tempat Terbaik untuk Berselancar di Dunia oleh salah satu media internasional.
Hal ini tidak terlepas dari letak geografis Indonesia yang begitu beragam. Bahkan hampir di seluruh daerah di Tanah Air memiliki pantai-pantai dengan kualitas ombak berskala Internasional.
Tak pelak di masa pandemi Covid-19 ini, Kemenparekraf berniat untuk mendorong pengembangan wisata selancar karena dinilai memiliki peluang untuk menggenjot kunjungan wisatawan mancanegara.
"Sport tourism ini saya yakin akan pulih lebih cepat dibandingkan wisata leisure pada umumnya. Karena kalau sudah yang namanya hobi, orang-orang pasti rela spending lebih banyak. Ini bisa jadi peluang bagus untuk kita, karena ke depannya yang kita sasar adalah wisata berkualitas. Jadi tidak lagi mengedepankan kuantitas," kata Rizki.
Untuk memaksimalkan potensi wisata selancar Indonesia, Rizki menyebut pihaknya akan segera menggodok pedoman protokol kesehatan khusus dengan mengacu pada program CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environmental Sustainability).
"Kita sudah memiliki pedoman CHSE, mungkin ke depan apakah dibutuhkan untuk industri selancar ini. Jadi perlu nanti didiskusikan lebih lanjut. Selancar itu kan sport tourism yang tingkat level adrenalinnya di atas rata-rata. Tentunya punya pertimbangan-pertimbangan lain," terang dia.
"Saya berharap pertemuan ini bisa memberikan bahasan baru dan masukan kepada Kemenparekraf," demikian Rizki.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.