Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kesal karena Sering Masuk Bengkel, Vlogger Ini Nekat Bakar Mobil Mewah Rp2,4 Miliar

Novie Fauziah , Jurnalis-Kamis, 29 Oktober 2020 |15:21 WIB
Kesal karena Sering Masuk Bengkel, Vlogger Ini Nekat Bakar Mobil Mewah Rp2,4 Miliar
Mobil Mahal Dibakar. (Foto: Youtube)
A
A
A

SEORANG vlogger ternama Rusia belum lama ini menjadi sorotan berita utama internasional setelah dengan sengaja membakar mobil mewah Mercedes AMG G63 miliknya yang mahal. Alasannya cukup unik, sebab ia sangat muak karena harus keluar masuk bengkel.

Media Rusia melaporkan bahwa vlogger muda tersebut bernama Mikhail Litvin. Ia membeli mobil mewah barunya pada Desember 2019, dengan harga 13 juta rubel atau sekira Rp2,4 miliar. Awalnya ia membeli mobil mahal tersebut dengan harapan mendapat kinerja dan daya tahan sesuai dengan harapannya.

Namun, Litvin mengklaim bahwa Mercedes-AMG G63-nya benar-benar memiliki kekurangan yang sangat serius. Meskipun baru dikendarai sejauh 15.000 km ia mengklaim mobil tersebut telah keluar-masuk bengkel selama 10 bulan terakhir.

mercy dibakar

Merasa jengkel dengan kebutuhan perbaikan yang terus-menerus dan keengganan pabrikan untuk menerima tanggung jawab, vlogger Rusia memutuskan bahwa cara terbaik untuk menyelesaikan masalah adalah dengan membakar mobil tersebut hingga habis.

Melansir dari Oddity Central, mobil Mikhail Litvin telah berada di bengkel servis Mercedes sebanyak empat kali sejak ia membelinya. Setiap kali datang ke dealer Mercedes, mereka enggan menutupi biaya perbaikan. Dealer hanya mengembalikan mobil kepadanya tanpa benar-benar memperbaiki masalah.

Vlogger tersebut mengklaim bahwa pada satu titik, dealer tersebut menolak untuk memperbaiki mobil tersebut. Alhasil ia membawa mobil tersebut ke bengkel temannya dan menemukan bahwa mobil Mercedes itu telah menggunakan suku cadang aftermarket, bukan OEM pada perbaikan sebelumnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement