Dia melanjutkan, ada tiga bentuk misinformasi terkait Covid-19. Pertama adalah misinformasi terhadap keyakinan yang bersifat umum, kedua adalah misinformasi terhadap keyakinan konspirasi, dan yang ketiga adalah keyakinan dari agama. "Konten informasi dalam video ini dapat diidentifikasikan sebagai misinformasi yang muncul dengan menyamakan Covid-19 dengan influenza," sambungnya.
Prof Wiku menambahkan, penting untuk diketahui bahwa penyebab, dinamika transmisi, dan akibat dari kedua penyakit tersebut sangat berbeda.
Baca juga: 5 Potret Airport Style Wika Salim, Kece Badai!
"Satgas mengingatkan kepada masyarakat, misinformasi dapat memengaruhi respons seseorang terhadap suatu informasi. Oleh karena itu, masyarakat harus mengevaluasi kredibilitas informasi yang diterima serta merujuk informasi tentang Covid-19 pada lembaga yang dapat dipercaya seperti Badan Kesehatan Dunia (WHO), PBB, dan CDC, dan khusus di Indonesia, tentunya sumber terpercaya diperoleh dari Kementerian Kesehatan dan Satgas Penanganan Covid-19," papar Prof Wiku.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.