DALAM rangka mendukung kesiapan pengelola obyek wisata dalam menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), Badan Otorita Borobudur (BOB) mengadakan pelatihan bagi pengelola wisata Geosite Ngingrong, Wonosari, Gunungkidul, DIY.
Kegiatan ini diikuti 20 peserta dan dibekali materi terkait sosialisasi aturan AKB, pelatihan penghitungan kapasitas, alur wisatawan, manajemen pengunjung, pemetaan zonasi, layanan prima hingga sapta pesona.
"Program ini merupakan persiapan aktivasi kawasan wisata di Gunungkidul,” ujar Direktur Utama BOB, Indah Juanita, menyitir laman KRjogja, Selasa (20/10/2020).
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hari Sukmono dan undangan. Selain pelatihan BOB juga memberikan sarana prasarana di antaranya alat cek suhu, tenda kesehatan, wastafel, handsanitizer, tempat sampah injak dan lainnya.
Baca juga: Strategi Kemenparekraf Bangkitkan Pariwisata Indonesia
Indah menjelaskan, pelatihan ini bertujuan agar pengelola memiliki kesiapan AKB. Sehingga wisatawan akan merasa aman dan yakin manakala mengunjungi sebuah destinasi wisata.
Diharapkan pengelola dapat meneruskan izin buka terbatas Geosite Ngingrong yang telah disetujui oleh Gugus tugas Covid DIY dengan standar operasional prosedur AKB.
“BOB juga memberikan sarana penunjang implementasi AKB kepada pengelola Geosite Ngingrong. Harapannya saat gugus tugas melakukan evaluasi, pengelola geosite Ngingrong sudah siap menerapkan AKB,” tutur Indah.
Sementara, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hari Sukmono berujar bahwa upaya mendorong kesiapan AKB sangat penting.
Sebab, nantinya pengelola destinasi wisata harus benar-benar mampu menerapkan standar prosedur AKB.
"Dinas juga telah mendorong pelatihan AKB, sehingga perlahan-lahan kini kawasan pariwisata di Gunungkidul mulai kembali dibuka," kata Hari.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.