Pada hari padat saja, wisatawan yang mengunjungi kawasan Monas bisa menyentuh angka 80 ribu orang per hari. Sementara pada momen liburan panjang, setidaknya ada 20 ribu wisatawan yang berkunjung ke area tugu. Ini belum termasuk area lainnya.
"Jadi kan kasihan kalau kita harus mencegah orang untuk masuk ke Monas. Apalagi yang udah jauh-jauh dari daerah. Jadi memang agak susah kalau Monas dibuka di masa transisi ini," terang Endrati.
Kendati demikian, meski status Monas masih ditutup, Endriati mengatakan bahwa pihaknya tetap melakukan perawatan dan menyiapkan fasilitas sesuai dengan protokol kesehatan yang direkomendasikan pemerintah.
"Beberapa kali kami sudah siapkan berbagai kebutuhan untuk membuka kembali Monas, karena merasa pak Gubernur sudah mau buka. Kami juga rutin melakukan disinfeksi kawasan dibantu PMI dan Pemadam Kebakaran. Serta menyediakan fasilitas cuci tangan dan lain sebagainya," tandas Endriati.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.