Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) melangsungkan audiensi internasional secara daring, beberapa hari lalu. Dalam agenda tersebut, terselip suara anak Indonesia yang menyampaikan kondisinya selama pandemi Covid-19.
Ya, keluh kesah Roslinda, anak dari Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), disuarakan secara online ke pewakilan negara anggora PBB di New York, Amerika Serikat.

Ia menjadi perwakilan dari anak Indonesia yang tinggal di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal selama pandemi Covid-19.
Menurut laporan Wahana Visi Indonesia (WVI), World Vision Asia secara khusus mengundang perwakilan negara anggota PBB di New York untuk menanggapi hasil penilaian dampak sosial ekonomi Covid-19 pada kehidupan anak-anak yang rentan di Asia Pasifik.