Di Amerika Serikat, 7,1 persen anak dalam usia 3-17 tahuh didiagnosis mengalami kecemasan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC). Di usia yang sama, 3,2 persen lainnya menderita depresi. Kemudian, ada 7,4 persen anak mengalami masalah perilaku terdiagnosis dan 9,4 persen dengan ADHD.
"Jadi, anak-anak yang memang sebelumnya sudah punya masalah kesehatan mental akan semakin terdampak karena pandemi ini," kata Psikolog Robin Gurwitch, profesor di Duke University Medical Center.
Dia pun menyarankan agar orangtua lebih berhati-hati jika memang anaknya sudah terdiagnosis mengalami masalah kesehatan mental sebelum pandemi menyerang.
Sementara itu Silver menjelaskan bahwa usia menjadi faktor besar dalam menentukan seberapa besar pandemi memberi dampak pada si anak.
Menurutnya, anak-anak yang masih sangat kecil mungkin tidak melihat situasi ini sebagai masalah, kecuali orangtua mereka tidak bekerja dan memberi perubahan dalam pola asuhnya.
"Tapi, beda cerita ketika kita bicara soal anak usia sekolah. Bagi kebanyakan dari mereka, selalu bersama orangtua adalah sesuatu yang tidak mengasyikan, beda ketika mereka bersama teman sebayanya. Tidak ingat waktu," papar Silver.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.