"Lebih dari apa pun, Charlie mencintai ibunya. Dia selalu ada di sana untuk menyambutnya dengan beberapa ciuman dan cengkeraman erat di lengannya. Dia adalah pendampingnya yang selalu ada. Di sana melalui sakit hati, gerakan, kesedihan, dan kegembiraan. Dia pandai dalam banyak hal, tapi dia yang terbaik dalam cinta tanpa syarat,” sambungnya.
Sallie menegaskan, Charlie mengajari semua yang dia temui tentang mencintai manusia, dan selalu melihat kebaikan dalam diri setiap orang. Charlie juga menghabiskan hari-hari terakhirnya di tempat favoritnya yaitu pantai.
"Dia bersantai di lubang seukuran Charlie yang digali sendiri, dan terjun langsung ke ombak yang datang. Hari-hari terakhirnya bahagia dan akan berharga selamanya. Kami akan memikirkannya setiap kali kami membuka selai kacang. Kami akan merindukannya setiap kali kami melihat kaus kaki di pintu atau memberikan tongkat saat berjalan-jalan. Kami akan membawanya ke mana-mana.”
"Dia akan selamanya dirindukan dan diingat selamanya, tapi dia meninggalkan cintanya yang kuat, yang tidak pernah goyah. Sebagai pengganti bunga, keluarga meminta Anda memberikan cinta ekstra kepada semua anak anjing Anda untuk menghormati Charlie,” tuntasnya.
Sejak mengunggah obituari yang menyentuh di media sosial pada 23 September, Sallie telah menerima lebih dari 107.000 suka dan lebih dari 12.000 retweet.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.