Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mampir ke Museum Perjuangan TNI, Tempat Bendera Merah Putih Pertama di Medan

Eka Putri Wahyuni , Jurnalis-Senin, 05 Oktober 2020 |16:30 WIB
Mampir ke Museum Perjuangan TNI, Tempat Bendera Merah Putih Pertama di Medan
Museum Perjuangan TNI. (Foto: YouTube BPK RI Official)
A
A
A

HARI ini, 5 Oktober 2020 bertepatan dengan HUT ke-75 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Salah satu cara untuk merayakannya yaitu dengan berkunjung ke tempat bersejarah, seperti Museum Perjuangan TNI.

Museum Perjuangan TNI berada di Jalan KH Zainul Arifin Nomor 8, Medan. Letaknya yang berada di pusat kota, membuat museum ini mudah untuk dikunjungi.

Bangunan ini memiliki sejarah yang cukup panjang hingga menjadi museum. Didirikan pada 1928, bangunan ini awalnya merupakan kantor asuransi Belanda NV Levensverzekering Mattschappiy.

Baca Juga: Nikmatnya Sate Bandeng, Makanan Sultan Khas Banten

Pada 1971 barulah menjadi Museum Perjuangan TNI. Di Museum Perjuangan TNI ini menyimpan ratusan koleksi benda-benda bersejarah.

museum

Dilansir dari video YouTube channel BPK RI Official, terdapat setidaknya 555 benda-benda bersejarah terkait dengan revolusi fisik tahun 1945-1948. Seperti bendera merah putih pertama di Kota Medan, bambu runcing, lukisan-lukisan dan foto-foto lampau Kota Medan, serta berbagai macam senjata yang dipakai para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Kota Medan.

Hampir sebagian besar senjata yang ada di museum ini merupakan hasil rampasan dari penjajah Belanda dan Jepang. Foto-fotonya pun didapat dari keluarga para pejuang.

“Hasil dari pada barang-barang di museum ini, kalau senjata hasil itu ada hasil rampasan Belanda sama Jepang diserahkan dari Paldam, dari Paldam diserahkan ke Museum TNI. Kemudian kalau foto-foto itu dari keluarga para pahlawan,” ujar Pemandu Museum Anto dikutip dari video Youtube channel BPK RI Official.

Di halaman depan museum, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan pilar bambu dan tugu berbentuk api menyala yang tampak megah dan gagah. Di balik pilar bambu dan tugu api tersebut juga memiliki sejarah.

“Sejarah dari pilar bambunya itu menunjukan dari pada tahun angka 49, kemudian lidah apinya jumlahnya 27 helai dengan tinggi 7 meter. Dan pilar bambu tingginya 17 meter itu menunjukan 17 Agustus. Kemudian lantai keduanya itu jumlahnya 12 tingkat yaitu menunjukan tanggal 27 Desember 1949 di akuilah kedaulatan NKRI di Den Haag oleh pihak Belanda,” jelas Anto.

Jika Anda ingin berkunjung ke Museum Perjuangan TNI, museum ini dibuka untuk umum pada hari Senin-jumat pada pukul 07.00-15.00 WIB. Berkunjung ke Museum Perjuangan TNI tak hanya sekedar memanjakan mata, namun juga menambah pengetahuan sebab sebagai warga Indonesia seharusnya tahu tentang sejarah perjuangan bangsanya.

 museum

Berwisata ke museum ini juga akan memupuk jiwa patriotisme dan nasionalisme. Tak hanya wisatawan lokal, namun wisatawan asing juga berkunjung ke Museum Perjuangan TNI.

“Museum ini sangat menarik, menurut saya itu mengingatkan kita kalau Perang Dunia kedua adalah peristiwa yang mengerikan. Dan seharusnya kita jangan pernah mengulangi konflik seperti itu lagi,” ujar Zdenek Ales, Pengunjung Czech Republic.

(Dewi Kurniasari)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement