Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dibuka Lagi, Pendakian Gunung Semeru Hanya Sampai Kalimati

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Selasa, 29 September 2020 |21:05 WIB
Dibuka Lagi, Pendakian Gunung Semeru Hanya Sampai Kalimati
Gunung Semeru, Jawa Timur (Dok Okezone)
A
A
A

PENDAKIAN Gunung Semeru, Jawa Timur kembali dibuka mulai Kamis 1 Oktober 2020. Selain membatasi jumlah pendaki dan durasinya, pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa ini juga hanya diizinkan sampai Kalimati, tidak boleh sampai puncak Mahameru.

Relawan Gunung Semeru, Sukaryo alias Cakyo menjelaskan, pihaknya tengah melakukan berbagai persiapan jelang dibukanya jalur pendakian Gunung Semeru pada Kamis nanti, setelah ditutup karena pandemi Covid-19.

Baca juga: Pendakian Gunung Semeru Kembali Dibuka 1 Oktober 2020

"Untuk persiapannya, saat ini sedang berjalan sosialisasi kepada pelaku wisata, paguyuban porter, pedagang, dan relawan seputar protokol kesehatan peraturan baru yang ditetapkan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan para stakeholder," ujar Cakyo saat dihubungi Okezone, Selasa (29/9/2020).

Selain sosialisai protokol kesehatan, lanjut Cakyo, ada simulasi terkait pendakian Gunung Semeru di masa adaptasi kebiasaan baru. Pihak TNBTS dan para relawan telah membersihkan jalur pendakian sampai Ranu Kumbolo dan Kalimati.

Jalur inilah yang nantinya dapat digunakan para pendaki untuk mendirikan tenda dan beraktivitas.

Sementara untuk mencapai puncak Gunung Semeru memang tidak disarankan mengingat status gunung api ini masih waspada atau level II sejak 2012.

"Jadi rekomendasi pendakian hanya sampai Kalimati. Segala risiko setelah Kalimati di luar tanggung jawab pengelola. Dan perlu diingat asuransi juga tidak akan meng-cover bila terjadi sesuatu," ungkap Cakyo.

Cakyo menjelaskan, pemilihan Kalimati sebagai titik pendakian terakhir karema area inilah yang ditetapkan sebagai radius aman untuk status gunung berapi dengan tingkat 'waspada'.

Bagi pendaki yang nekat atau bersikeras mencapai puncak Gunung Semeru atau Mahameru, maka risikonya tanggung sendiri.

"Dengan adanya pernyataan atau rekomendasi ini, setidaknya para pendaki bisa berpikir ulang bila hendak mendaki sampai puncak. Kebetulan kebanyakan pendaki tidak tahu dengan status Gunung Semeru," pungkas Cakyo.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement