HARI Kereta Api Nasional diperingati setiap 28 September. Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang digemari wisatawan saat pergi berlibur.
Tapi jika naik kereta api mungkin Anda jenuh, bagaimana sensasinya jika Anda kereta api bernuansa zaman dahulu? Pasri Okezoners penasaran kan?
Ya, di Semarang Jawa Tengah, terdapat museum kereta api yang ikonik yaitu Museum Kereta Api Ambarawa. Stasiun Kereta Api Ambarawa yang dulunya bernamakan Wille I dibangun untuk menghargai jasa-jasa raja Belanda yang bertahta pada saat itu yaitu Raja Willem I dari Belanda.
Kemudian PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjadikan Stasiun Ambarawa sebagai Museum Kereta Api Nasional. Jika Anda berkunjung ke sini, Anda bisa meluhat puluhan koleksi lokomotif uap.
Lokomotif tersebut bahkan pernah beroperasi di Indonesia loh. Nah, dari beberapa koleksi yang dipamerkan di museum tersebut, masih ada 3 lokomotif yang bisa dioperasikan.

Tidak hanya memamerkan lokomotif uap, di museum ini juga terdapat tiga halte kereta api yang ada di Pulau Jawa. Seperti Halte Cicayur yang terletak di Kabupaten Tangerang, Banten.
Uniknya yang membuat pengunjung tertarik mengunjungi tempat ini selain mengetahui sejarah kereta api, wisatawan bisa bernostalgia dengan menaiki kereta wisata. Wah, seru banget!
Pengelola museum pun melayani kereta wisata Ambarawa-Bedono PP dan Ambarawa-Tuntang PP. Untuk menaiki Ambarawa-Bedono, wisatawan harus pesan dari jauh-jauh hari dan harga tiket yang cukup mahal.
Eits, enggak usah khawatir ya, Okezoners. Karena pengelola museum menawarkan rute Ambarawa-Tuntang PP di setiap akhir pekan dan libur nasional.
Selama libur panjang Lebaran pun, terdapat 3-4 kali perjalanan KA wisata. Tertarik mencoba?
"Siapkan akhir pekan Anda dengan menikmati perjalanan kereta museum KA Ambarawa," bunyi keterangan di laman Instagram @ambarawa_railways.
Jika beruntung, Anda akan merasakan pengalaman naik kereta api yang ditarik dengan lokomotif uap seperti zaman dulu. Selebihnya, kereta api wisata menggunakan lokomotif diesel dan gerbong yang dipakai adalah gerbong lama berwarna hijau dan krem dengan kapasitas 45 orang.
Waktu tempuh Ambarawa-Tuntang kurang lebih selama 30 dengan jarak 7 kilometer (km). Selama di perjalanan, pengunjung akan disuguhkan pemandangan sawah dan ladang dengan latar Gunung Ungaran, Gunung Merbabu dan Danau Rawa Pening .
Harga tiket masuk museum ini pun terbilang murah yaitu Rp10 ribu untuk dewasa. Untuk KA Wisata, pengunjung dikenakan biaya Rp50 ribu/orang. Jika Anda ingin kebagian tiket KA Wisata, wisatawan harus datang lebih pagi agar bisa menjajal KA Wisata tersebut.
Menuju ke museum Kereta Api Nasional ini, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil. Anda bisa melewati jalan tol Semarang-Solo dan belok menuju ruas jalan Unggaran-Bawen.
Keluar tol lalu menyusuri jalan Raya Bawen-Ambarawa sampai Polsek Ambarawa. Dari sana belok kiri dan menyusuri Jalan Pemuda sejauh 550 m hingga pintu gerbang museum.
Tidak usah khawatir, selain kendaraan pribadi. Untuk kamu yang akan menaiki kendaraan umum bisa naik bus dari Semarang-Bawen atau Semarang-Salatiga. Kemudian turun di Terminal Bawen, lanjut lagi naik kendaraan menuju Terminal Ambarawa, turun di Polsek Ambarawa dan lanjut dengan jalan kaki hingga museum.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.