Namun di sisi lain, kata Ratu, meroketnya harga janda bolong ini dapat membantu perekonomian masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang masih mewabah sampai sekarang.
"Ikut senang ya, karena ini seperti jadi penyemangat buat mereka yang selama ini sudah berbisnis tanaman hias. Ternyata walau di tengah pandemi, orang tetap bisa mengapresiasi bisnis tanaman hias," terangnya.

Namun, meroketnya harga janda bolong ini menurut Ratu hanya sebatas tren saja. Sebelumnya jenis tanaman lain sempat dibanderol sangat tinggi.
"Tapi menurut saya ini cuma tren semusim ya. Dulu orang juga pernah memberi harga gila-gilaan pada tanaman anthurium dan gelombang cinta (nama jenis tanaman juga)," pungkasnya.
(Helmi Ade Saputra)