"Ikhlas, banyak berzikir," terangnya.
Menurutnya, stres adalah persepsi secara psikologis. Ketika kita menghadapi sebuah situasi, persepsi berjalan maka kecemasan akan datang menghantui orang itu.
"Jadi ini enggak bisa dibohongi, karena ucapan kita bisa dimanipulasi tapi perasaan enggak bisa karena yang terdepan itu dia yang merangsang emosi, dan dia akan mengirimkan sinyal kepada sistem otak," ujarnya.
"Di mana sinyal itu untuk memberikan perintah. Nah makanya kalau kita lihat dari artinya di sini ini adalah resep psikologis dan fisiologis," tambahnya.
Baca juga: Inilah Yacht Super Mewah Berbentuk Angsa, Harganya Rp7,4 Triliun