Urutan prosesi dari ruwatan sampai pemotongan rambut dilakukan secara lengkap. Bahkan sebelum dilaksanakannya pemotongan rambut gimbal, sesepuh adat melakukan ritual laku lampah atau napak tilas ke tempat-tempat yang dikeramatkan.
Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin, mengapresiasi berjalannya DCF meski dilakukan secara virtual. “Masyarakat akan mengenang semangat DCF yang digelar ditengah pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.
Ia menilai, meski secara kuantitas anak berambut gimbal yang mengikuti jumlahnya lebih sedikit, tetapi untuk kualitas prosesi masih tetap sama, dikemas dengan baik dan khidmat.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.