SALAH satu objek wisata bersejarah yang sangat terkenal, unik, dan dapat menikmati keindahan adalah Benteng Keraton Kesultanan Buton, yang berlokasi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Benteng Keraton Kesultanan Buton merupakan bangunan bekas peninggalan Ibu Kota Kesultanan Buton yang memiliki bentuk arsitektur unik. Benteng ini terletak di puncak bukit yang cukup tinggi dan lereng yang cukup terjal, membuat fungsi pertahanan ini semakin baik pada zamannya.
Namun, saat ini Benteng Keraton Kesultanan Buton beralihfungsi bukan lagi sebagai pertahanan terhadap musuh, tetapi menjadi tempat wisata bersejarah, serta menjadi spot untuk melihat panorama Kota Baubau dari ketinggian yang sangat cantik.
Benteng berusia ratusan tahun ini masih berdiri kokoh, dengan bangunannya terbuat dari tumpukan batu yang disusun, dan kerennya luas dari area benteng ini mencapai 23 hektare. Maka tidak heran benteng ini telah masuk Guinness Book of Records tahun 2006 dan rekor MURI sebagai benteng yang terluas di dunia. Membanggakan sekali bukan?
Baca juga: Fakta Menarik 7 Patung Ikonik di Jakarta yang Harus Traveller Tahu

Untuk mengeksplor Benteng Keraton Kesultanan Buton ini pengunjung atau wisatawan akan memasuki gerbang utama. Di dalam benteng ini terdapat banyak objek menarik, seperti 12 pintu gerbang yang disebut lawa.
Ke-12 lawa tersebut memiliki nama masing-masing sesuai dengan gelar orang yang mengawasinya. Kata lawa diimbuhi akhiran 'na' yang berfungsi sebagai pengganti kata milik 'nya' sehingga menjadi 'lawana'. Salah satu lawa tersebut yaitu lawana lanto.
“Nah guys, kalau yang di atas saya ini namanya lawana lanto, jadi ini adalah salah satu dari 12 lawana yang ada di benteng ini," ujar vlogger sekaligus presenter Atiya Anindita saat memasuki Benteng Keraton Kesultanan Buton, dikutip dari channel YouTube NEWS MNCTV.
Selain lawana, di benteng ini juga terdapat meriam yang terbuat dari besi tua. "Jadi, setiap lawana, ada meriamnya guys. Jadi zaman dulu itu kalau misalnya ada serangan dari lawan, ini nih untuk mempertahankan dirinya,” lanjut Atiya.
Tak hanya itu, benteng ini juga memiliki 16 baluara, yang masing-masing berfungsi sebagai tempat penyimpanan amunisi berupa peluru dan mesiu. Dengan keindahan dan keunikannya, para pengunjung atau wisatawan bisa berkunjung ke objek wisata ini.
Sebab, selain dapat mengenal sejarah, dari tepi benteng tersebut kamu dapat menikmati pemandangan Kota Baubau dari ketinggian dengan ditemani hembusan angin yang sejuk.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.