Nah, Cublak-Cublak Suweng merupakan nama bangunan yang biasa difungsikan sebagai tempat bermusyawarah, diskusi, pusat jajanan desa, taman baca, taman edukasi dan lain-lain.
Ada juga Alun-Alun Mas Karebet yang dilengkapi dengan replika kerangka perahu sudah menjadi ikon dari Desa Krebet. Replika kerangka perahu itu diilhami dari perahu Mas Karebet yang digunakan untuk berkendara menyusuri Sungai Bengawan Solo.
Alun-Alun Mas Karebet biasa digunakan sebagai tempat berolahraga, sirkuit all terrain vehicle (ATV) serta kegiatan budaya.
“Kami berharap semoga warga Desa Krebet selalu dalam bingkai semangat guyup rukun. Kami sangat berharap pembangunan di desa menjadi prioritas baik itu infrastruktur seperti ketersediaan ruang terbuka, lapangan desa, gedung serbaguna, kantor desa yang bagus dan permberdayaan masyarakatnya,” ucap Anggun Mahardika, tokoh masyarakat setempat, dilansir Okezone dari Solopos.
Sebagai informasi, desa yang memiliki luas 352.6700 ha ini dihuni sekitar 6.340 jiwa yang terbagi dalam 2.044 kepala keluarga (KK). Desa ini memang berkaitan dengan sosok Jaka Tingkir yang menjadi raja pertama di Kerajaan Pajang.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.