Pasien Covid-19 yang sembuh mungkin memiliki antibodi melawan infeksi hingga empat bulan setelah pemulihan. Antibodi memainkan peran penting dalam melindungi Anda dari patogen apa pun.
Dilansir Okezone dari Healthside, sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan di The New England Journal of Medicine menilai pasien Covid-19 yang pulih di Islandia dan menemukan bahwa antibodi terhadap virus ini meningkat pesat dan tetap stabil hingga empat bulan melalui survei terhadap 30.000 Covid-19 Islandia setelah mereka pulih.
Mereka menemukan pasien yang bergejala memiliki volume antibodi Immunoglobulin G (IgG) yang lebih tinggi yang melindungi dari infeksi bakteri dan virus dibandingkan pasien tanpa gejala. Namun, penurunan antibodi ditemukan lebih tinggi pada pasien bergejala (96,8 persen) dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki gejala (93 persen) selama fase pemulihan. Penurunan ini diamati dalam 2-3 bulan.

Baca juga: Waduh, Peneliti Temukan Virus Corona Ada di Sperma
Antibodi dari pasien Covid-19 yang pulih sekarang digunakan untuk pengobatan pasien Covid-19. Disebut sebagai terapi plasma, pengobatan ini dipandang sebagai secercah harapan oleh para ahli dan ilmuwan.
Menurut temuan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bukti global tidak cukup untuk membuktikan bahwa kemungkinan infeksi kedua dapat dicegah oleh antibodi. Badan dunia ini juga menemukan bahwa tingkat antibodi bervariasi di antara pasien yang sembuh dari Covid-19. Meskipun volumenya tinggi di beberapa, yang lain mungkin memiliki jumlah antibodi yang lebih rendah.
(Ahmad Luthfi)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.