LABUAN Bajo ditetapkan menjadi gerbang wisata Nusa Tenggara Timur (NTT) di era new normal. Sebabnya potensi pulau yang identik dengan komodo ini begitu beragam.
Bupati Nagekeo, Johannes Don Bosco Do mengatakan, saat berwisata ke Labuan Bajo, wisatawan dapat menikmati berbagai atraksi wisata alam dan budaya yang menarik. Wisatawan tidak hanya bisa melihat komodo, tetapi juga ada tradisi tinju adat atau Etu, yang dilaksanakan setiap tahun di 31 kampung adat yang ada di Nagekeo.
“Pemerintah Kabupaten Nagekeo, terutama Dinas Pariwisata dibantu dinas-dinas lain menata kampung adat yang ada atraksi tinju dan semua pendukungnya,” tutur Johannes, lewat keterangan resminya.
Baca Juga: Intip Serunya Liburan Kirana Larasati di Labuan Bajo

Johannes menuturkan, pemerintah setempat kini sedang membenahi potensi wisata di Nagekeo. Termasuk di sektor infrastruktur dan sumber daya manusia.
"Penerapan sapta pesona, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kampung adat, dan mengembangkan pemanfaatan rumah-rumah penduduk sebagai penginapan untuk menerima turis dengan menggandeng PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia)," imbuh dia.