Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Serunya Para Tokoh Masyarakat Galakkan Gerakan Pakai Masker di Tempat Wisata

Dimas Andhika Fikri , Jurnalis-Selasa, 25 Agustus 2020 |13:45 WIB
Serunya Para Tokoh Masyarakat Galakkan Gerakan Pakai Masker di Tempat Wisata
Gerakan pakai masker (Foto: Kemenparekraf)
A
A
A

Sejumlah tokoh masyarakat turut mendukung pemerintah untuk mengubah perilaku masyarakat dalam menghadapi masa transisi new normal. Khususnya pada sektor pariwisata yang sempat mati suri akibat pandemi Covid-19.

Untuk mengembalikan gairah pariwisata dan menggaet kembali kepercayaan wisatawan, diluncurkanlah sebuah program bertajuk Gerakan Pakai Masker (GPM).

 wisata new normal

GPM adalah sebuah gerakan kampanye publik untuk mengubah perilaku masyarakat untuk memakai masker. Salah satu tolok ukur keberhasilannya adalah adanya perubahan perilaku masyarakat yang merasa sangat malu jika keluar rumah tanpa pakai masker.

Gerakan ini diinisiasi oleh sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, jurnalis senior, tokoh perempuan, dan para profesional. Diantaranya Sigit Pramono, K.H. Mustofa Bisri, Goenawan Mohamad, Adi Harsono, Agus Martowardojo, Peter Gontha, Ustaz Yusuf Mansur, Romo Mudji Sutrisno, dan lainnya.

“GPM mengedukasi masyarakat untuk memakai masker dengan cara yang benar. Terbukti dengan pemakaian yang benar, akan menurunkan risiko tertular dan menularkan virus COVID-19 hingga 75 persen,” ujar Sigit Pramono, selaku Ketua GPM, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone, Selasa (25/8/2020).

Lebih lanjut Sigit menjelaskan, GPM dipilih menjadi salah satu program sinergi karena memakai masker adalah sebuah upaya minimal yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah penularan virus Covid-19. Khususnya memasuki masa adaptasi kebiasaan baru.

Baca juga: Ketika Marion Jola Pakai Baju Samaan dengan Awkarin hingga Luna Maya

"Dengan membolehkan masyarakat melakukan aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya di luar rumah tetapi wajib pakai masker, akan membuat perekonomian dan kehidupan masyarakat bangkit kembali," terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement