Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asyiknya Menikmati Semilir Angin di Antara Pohon Pinus di Pantai Tiram

Rus Akbar , Jurnalis-Rabu, 12 Agustus 2020 |09:17 WIB
Asyiknya Menikmati Semilir Angin di Antara Pohon Pinus di Pantai Tiram
Pantai Tiram (Foto: Okezone)
A
A
A

Semilir angin meniup ratusan batang pohon pinus membuat Elmida wanita paruh baya yang berusia sekira 53 tahun ini terlelap di atas buaian jaring yang diikat antara dua pohon pinus, saat Okezone.com menyambangi ibu berkerudung batik coklat tersebut.

“Apa nak, saya tertidur karena terkena semilir angin,” ujar Elmida warga setempat saat ditemui di Pantai Tiram, di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat belum lama ini.

 Pantai Tiram

Elmida merupakan penjual minuman dan makanan ringan termasuk langkitang, makanan khas Padang Pariaman dari keong sawah. Dan hanya dia yang satu-satunya yang menjual langkitan dari 12 penjual di pantai tersebut.

Pantai Tiram merupakan salah obyek wisata di Padang Pariaman dengan luas 10 hektar, sebelumnya pantai tersebut hanya gugusan pasir pantai yang kemudian ditanami ratusan pohon pinus pada tahun 2013.

“Dulu pemerintah menanam pohon pinus itu sebanyak 1000 batang, sampai sekarang masih hidup, kami disini sambil menjual sambil menjaga kebersihan,” terang Elmida.

Pantai Tiram ini dipisahkan sungai. Guna menuju pantai tersebut ada dua jembatan, satu dibuat warga berupa jembatan bambu yang dibuat warga setempat sebagai penarik wisatawan agar datang, satu lagi jembatan beton yang dibuat pemerintah.

“Bulan lalu sempat air laut pasang tinggi sehingga gelombang menerjang pantai itu tapi tidak terkikis karena banyak pohon pinus,” ungkapnya.

 Baca juga: Centilnya Mama Nia Ramadhani, Kini Pakai Swimwear Kembaran Sama Anak

Sejak pohon pinus tumbuh banyak pengunjung datang ke lokasi untuk berwisata. Guna memanjakan tubuh, ada ratusan buayan yang dibuat masyarakat di sela-sela pohon pinus.

Selain itu, wisawatan juga bisa berenang di pantai tersebut namun harus tetap waspada. Kalau ingin menikmati pemandangan dengan naik perahu juga bisa.

Ajo Indra (45 tahun), seorang penyedia perahu bermesin mengatakan, guna menyewa perahunya satu orang bisa membayar Rp5.000 dan sudah bisa berkeliling sungai Tiram untuk melihat hutan bakau dan pohon nipah di sekitar sungai yang memisahkan pantai dan daratan ini. “Jadi bisa sepuas-puasnya keliling di sungai sini,” tuturnya.

Jika sudah capek jalan-jalan, warung milik Ajo ini juga menyediakan kelapa muda untuk mengobati dahaga sambil bersantai di buai-buai ditemani pisang goreng hangat. Nikmat sekali ya?

Sambil menunggu sunset, biasanya wisatawan duduk-duduk santai menanti langit berwarna jingga kemerahan. Nah, puas bermain di pantai wisatawan bisa mengisi perut dengan mencicipi gulai kepala ikan karang dengan harga yang terjangkau. Barisan warung dekat sungai tiram ini banyak menyajikan makanan khas Padang Pariaman terutama gulai kepala ikan. Lezat sekali ya!

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement