SEIRING dengan perkembangan teknologi yang pesat, semua hal termasuk permainan pun berbasis teknologi. Baik itu permainan online maupun offline.
Kini, hampir semua anak-anak dan orang dewasa tak lagi memainkan permainan tradisional. Salah satu permainan yang sudah mulai ditinggalkan adalah perahu jong. Biasanya, perahu jong hanya dimainkan jika ada festival budaya.
Jong merupakan permainan khas Melayu dengan menggunakan replika perahu layar, kendati demikian perahu tersebut juga bisa belajar ratusan meter.
Mengutip situs Pemprov Riau, Jong memiliki panjang 1,5 meter, sedangkan tinggi layar mencapai 2 meter. Sedangkan lebar perahu hanya sejengkal orang dewasa. Jong biasanya terbuat dari jenis kayu pilihan yaitu kayu pulai.
Cara memainkannya, adalah dengan mengandalkan tiupan angin yang kencang. Biasanya para pehobi jong memilih lokasi pantai untuk menguji ketangguhan jong miliknya. Jong dibawa dan diletakkan di atas laut, kemudian dilepaskan begitu saja.
Sejarah permainan Jong ini konon berasal dari sebuah kegiatan ritual. Pada jaman dulu orang-orang dari etnis Tionghoa sering memberikan sesaji ke tengah lautan.
Dalam sesaji tersebut terdapat sebuah kue bernama Jong Kong. Sesaji ini dibawa dengan sebuah perahu kecil hingga hanyut tak terlihat lagi.
Perahu mini tersebut justru menarik perhatian orang Melayu yang melihatnya. Kemudian oleh orang Melayu perahu tersebut dijadikan sebagai permainan yang menyenangkan. Nama permainannya diambil dari ritual Jong Kong yang dilakukan oleh etnis Tionghoa tersebut. Perahu Jong.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.