Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Presiden Jokowi Gandeng Selebriti agar Masyarakat Jalankan Protokol Kesehatan, Efektifkah?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 24 Juli 2020 |21:00 WIB
Presiden Jokowi Gandeng Selebriti agar Masyarakat Jalankan Protokol Kesehatan, Efektifkah?
Presiden Jokowi gandeng artis edukasi protokol kesehatan ke masyarakat (Foto : @raffinagita1717/Instagram)
A
A
A

Masih ingat momen Raisa, Raffi Ahmad, Gading Marten, Yuni Shara, Andre Taulany, dan banyak selebrti lain dipanggil Presiden Joko Widodo pada Selasa, 14 Juli 2020?

Ya, kedatangan public figure ke Istana Negara dengan harapan bisa menjadi 'trendsetter' bagi masyarakat dalam upaya menjalankan protokol kesehatan. Sebab, hal ini yang terus digencarkan pemerintah di tengah upaya mengatasi pandemi Covid-19.

Baca Juga : Terungkap! Ini Alasan Achmad Yurianto Punya Banyak Batik

Bercerita juga Gading Marten di unggahan Instagram pribadinya bahwa dia dipanggil Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan 'unek-unek' terkait dengan dunia hiburan Tanah Air saat ini di era new normal. Hal ini tentu diupayakan bisa menjadi landasan untuk mencari solusi membangkitkan kembali ekonomi di bidang seni dan hiburan.

Jokowi Armand Maulana

Terkait dengan hal tersebut, Sosiolog Universitas Airlangga Prof. Dr. Bagong Suyanto, menjelaskan, peran selebriti untuk membantu mengedukasi masyarakat tentang adaptasi kebiasaan baru selama masa pandemi Covid-19 harus disesuaikan dengan target pasarnya masing-masing.

"Maksudnya, pendekatan yang dilakukan untuk mengedukasi masyarakat harus disesuaikan dengan latar belakang mereka masing-masing agar pesan yang mereka bawa di media sosialnya tersampaikan lebih efektif," terang Prof. Bagong saat dialog di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Jakarta, Jumat (24/7).

Dia memaparkan, setiap selebriti itu punya pengikutnya yang berbeda. Karena itu, diharapkan cara menyampaikannya pun berbeda, tidak bisa disamaratakan.

"Subjek itu tidak mungkin bisa meratakan. Jadi, harus dipahami benar-benar. Lalu, subjek itu partikularistik, maskudnya si selebriti itu punya komunitas yang mana di dalamnya punya subkultur yang berbeda, tingkat pendidikan yang berbeda, idiom-idiom percakapan yang berbeda," ungkapnya.

Jokowi Atta

Prof Bagong menambahkan, agar kebiasaan baru ini benar-benar dijalankan masyarakat, termaksud dengan bantuan selebriti. Menurutnya, perlu mengubah kebiasaan baru ini menjadi budaya, maka dari itu diperlukan pendekatan yang berbasis lifestyle.

"Pemberian reward dan punishment juga akan efektif untuk membudayakan kebiasaan baru pada masyarakat," pungkasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement