“Bisa dengan melakukan rapid test kemudian dilanjutkan dengan swab test, bila diperlukan atau dianjurkan oleh dokter atau tenaga kesehatan lainnya,” terang dr. Reisa.
Baca Juga : 4 Potret Cantik Catherine Wilson di Masa Jayanya Jadi Model
Sejalan dengan upaya pemerintah untuk memberikan pelindungan kepada masyarakat, pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menghargai berbagai masukkan dari berbagai pihak.
Termasuk masukan dari perhimpunan Dokter Spesialis Patologi klinik atau PDS Patklin tentang penggunaan rapid test. Menurut pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 revisi kelima oleh Kemenkes, penggunaan rapid test tidak digunakan untuk kepentingan diagnostik.
“Pada kondisi dengan keterbatasan kapasitas pemeriksaan RT PCR atau tes dengan sampel Swab, rapid test dapat digunakan untuk penapisan atau screening pada populasi tertentu yang dianggap berisiko tinggi dan pada situasi khusus seperti para pelaku perjalanan, serta untuk menguatkan pelacakan kontak erat pada kelompok-kelompok rentan risiko, tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.