Dokter Ari menyebutkan, meskipun penelitian yang dilakukan masih in vitro, tapi di satu sisi eucalyptus masih digunakan sebagai bahan alam. Masyarakat sering menggunakan kayu putih untuk kesehatan sehari-hari dan diolah menjadi beberapa bentuk benda seperti cologne, inhaler dan bahkan mulai dijadikan kalung antivitus. Oleh sebab itu, dr Ari mengaku siap membantu untuk melanjutkan riset tersebut.
“Kami merasa perlu dan siap juga untuk bekerjasama untuk melanjutkan riset ini. Karena kami memiliki Imeri (International Medical Research Institute) dan saat ini pun Imeri melakukan banyak kegiatan untuk membantu mengatasi permasalahan Covid-19 ini mulai dari vaksin, identifikasi virus, stem cell. Jadi berbagai hal bisa kita lakukan,” lanjutnya.
Saat ini dr Ari sudah berbicara dengan para dokter IDI bahwa siap melakukan riset-riset. Ia berharap dari hasil riset-riset tersebut dapat membuktikan bahwa bahan alami bermanfaat untuk mengatasi Covid-19. Nantinya hasil penelitian ini bukan saja membantu masyarakat Indonesia tapi juga masyarakat dunia.
(Dewi Kurniasari)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.