Tentunya hal ini menimbulkan banyak pertanyaan dan rasa penasaran masyarakat yang begitu besar. Pakar kesehatan pun turut menanggapinya.
Dikatakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, eucalyptus memang sudah digunakan secara turun-temurun oleh manusia. Saat ini telah dilakukan studi in vitro (kultur) di tingkat sel bahwa ini eucalyptus bekerja cukup efektif dalam menangani virus.

“Dokter IDI saat S3 Biomedik di FKUI bekerja dengan flu burung. Jadi virus menurut beliau ini sudah menjadi pekerjaan sehari-hari. Terlebih ada fasilitas BSL2 dan BSL3 sehingga memungkinkan untuk melakukan aktivitas riset di bidang virus ini,” terang dr. Ari dalam siaran langsung di chanell Youtube Kementerian Pertanian RI, Senin (6/7/2020).