Food and Drugs Administration (FDA) AS telah menemukan metanol dalam beberapa sampel merek pembersih tangan, hand sanitizer yang diproduksi oleh salah satu produsen bahan kimia yang berbasis di Meksiko. Tentunya hal ini sangat mengejutkan masyarakat, lantaran penggunaan hand sanitizer semakin meningkat selama pandemi virus corona Covid-19.
FDA menjelaskan, paparan metanol yang signifikan dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, penglihatan kabur, kebutaan permanen, kejang, koma, kerusakan saraf permanen dan kematian.
Selain berbahaya penggunaan metanol dan etanol juga memiliki perbedaan. Merangkum dari SF Gate, Rabu (24/6/2020), etanol paling umum digunakan sebagai bahan bakar kendaraan sebagai mesin pembakaran internal. Sebagian besar bahan bakar yang tersedia di Amerika Serikat (AS) dicampur dengan kandungan etanol dengan kadar 10-15 persen.

Untuk menghasilkan bahan bakar yang fleksibel, kandungan etanol bisa sangat tinggi yakni mencapai 85 persen sementara 15 persen lainnya adalah bahan bakar. Lebih dari 13 miliar gallon etanol diproduksi di AS pada 2010 dan kapasitas produksi terus meningkat.