Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ahli Epidemiolog Ungkap Alasan Kasus Covid-19 Terus Melonjak

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Jum'at, 19 Juni 2020 |18:35 WIB
Ahli Epidemiolog Ungkap Alasan Kasus Covid-19 Terus Melonjak
Masyarakat beraktivitas kembali di tengah pandemi Covid-19 (Foto : Arif Julianto/Okezone)
A
A
A

Kasus positif virus corona Covid-19 terus meningkat selama Juni 2020. Tentunya fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar terhadap bagaimana nasib Indonesia dalam upaya memerangi Covid-19.

Epidemiolog UNS, dr. Tonang Dwi Ardiyanto mengatakan kenaikan angka positif Covid-19 yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir ditimbulkan karena adanya masalah antara kebijakan pelonggaran dan pendekatan.

“Ini ibarat rem dengan gas. Ini butuh keseimbangan dan di sinilah kita masih melihat kalau gas nya masih agak kekencangan,” terang dr. Tonang, dalam siaran langsung bersama iNews, Jumat (19/6/2020).

Selain itu dr. Tonang berharap pemerintah bisa transparan dan jujur untuk mengatakan situasi yang sebenarnya dialami oleh Indonesia. Pasalnya kebijakan memilih pelonggaran ini bukan sesuatu yang mudah.

PSBB

“Ini adalah pilihan yang sulit, menyadari kalau kita belum memenuhi kriteria World Health Organization (WHO) untuk suatu pelonggaran. Namun karena berbagai pertimbangan salah satunya aspek ekonomi kita melonggarkan,” lanjutnya.

Baca Juga : Gemasnya Maternity Shoot Asmirandah dan Jonas Rivanno Bertema Pop Art Ceria

Pemerintah juga wajib memberikan jawaban yang jelas kepada masyarakat tentang alasan melakukan pelonggaran PSBB dalam kondisi seperti ini. Sayangnya saat ini masih belum jelas alasan dari pemerintah.

“Akibatnya masyarakat tidak memiliki pegangan yang jelas arahnya mau ke mana. Ini berimplikasi pada masyarakat menjadi lebih cenderung abai karena merasa saya tidak cukup jelas dengan ketentuan yang mana,” tuntasnya.

(Helmi Ade Saputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement